a . b . c . d . e . f . g . h . i . j . k . l . m . n . o . p . q . r . s . t . u . v . w . x . y . z . all

Jalan Sunyi

Album : Kado Muhammad
Munsyid : Emha Ainun Nadjib
http://liriknasyid.com


Akhirnya kutempuh jalan yang sunyi
Mendengarkan lagu bisu sendiri di lubuk hati
Puisi yang kusembunyikan dari kata - kata
Cinta yang tak kan kutemukan bentuknya

Apabila kau dengar tangis di saat lengang
Kalau bulan senyap dan langit meremang
Sesekali temuilah detak - detik pelaminan ruh sepi hidupku
Agar terjadi saat saling mengusap peluh dendam rindu

Kuanyam dari dan malam dalam nyanyian
Kerajut waktu dengan darah berlarut - larut
Tak habis menimpukku batu demi batu kepalsuan
Demi mengongkosi penantian ke Larut




------------------------------------------------------------------------------------------
Dapatkan lirik-lirik nasyid di http://www.liriknasyid.com
eXpresi PENYEGARAN diri
------------------------------------------------------------------------------------------
[submit 01/09/2004] . [ambil lirik] . [7651 klik]


Metode Granada
Ada 8 Komentar terhadap lirik "Jalan Sunyi"

Silahkan mengisi komentar



«-- Ketik : bismillah •

  • 13/07/2010 02:07:41 Zulfi Ifani dari Magelang:
    ada tambahan puisi yang dibacakan. "kalau memang kau tak bisa menemukan wilayahku biarkan aku yang akan terus mengetuk pintu rumahmu kalau memang tak sedia engkau menatap wajahku biarlah para kekasih rahasia Allah yang mengusap kepalaku mungkin engkau memerlukan darahku untuk melepas dahagamu mungkin engkau butuh kematianku untuk menegakkan hidupmu ambilllah, ambillah. akan kumintakan izin kepada Allah yang memilikinya sebab toh bukan diriku ini yang kuinginkan dan kurindukan."
  • 20/05/2008 06:18:47 zamil dari surabaya:
    sangat menyentuh kalbu yg terkosong oleh arti makna hidup!
  • 25/01/2008 05:12:45 Diannur dari Tangerang:
    dalam lorong ini kita akan terus berjalan sampai ujungnya,. ketika kita menemukan apa-apa di kiri kanannya, akankah kita berhenti ? hingga lena pada ujung lorong, yang telah nyata Allah jua adanya.
  • 29/10/2007 10:13:39 david dari jakarta:
    membaca puisi tersebut hanyalah sebuah kepalsuan hati saja sayangnya kenapa itu hanya dilukiskan untuk banyak mengurusi diri sendiri dan memikirkan dirinya, bisakah puisi itu diminta untuk hadir kedalam kenikmatan belaka. Allahhuakbar
  • 12/07/2007 22:08:12 firman dari serang:
    ass.wr.wb. terus terang saja saya ingin ketemu saya mas nun.wass.